This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 30 September 2026

Menuju Oktober 2026

 Bagus Styoko Purwo

Satu hari sebelum September berakhir saya terngiang inti nasehat mbah yai Maium Zubair. Intinya begini jadikan bulan Oktober sebagai bulan yang banyak perubahan, peningkatan pekerjaan. Maksudnya yang belum bekerja jadi dapat kerja, yg sudah bekerja makin bagus, yang telah berpenghasilan jadi tambah banyak, yang kekurangan jadi tercukupi. Saya rasa ini kesempatan untuk meningkatkan taraf ekonomi diri saya sebagai kepala rumah tangga, yang berdampak pada kesejahteraan orang tua.


Tulisan ini sebagai pedoman ikhtiar saya meningkatkan kompetensi diri sebagai pengajar dan saya berhasrat mendapatkan penghasilan tambahan dari menulis. Saya bisa menulis tapi belum bisa rutin dan menulis yang tepat guna. Maksud saya adalah menulis yang membawa keuntungan material juga. Menulis memang membuat saya menjadi tahu hal-hal baru. Bahan baku menulis adalah pengetahuan. Maka sebelum saya menulis, saya harus menyiapkan bahan baku pengetahuan, atau ilmu yang relevan. Saya harus membaca.

Saya niat bertabarukan bln Oktober 26 dan bertawasul kepada mbah yai Maimun Zubair, yang dengan wasilah itu saya mendapatkan keutamaan-keutamaan bulan Oktober 26.

Di bulan Oktober 26 yang harus terjadi peningkatan signifikan di diri saya:

1. Bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah-ibadah harian: sholat lima waktu, wirid tqn, syadzilliyah, membaca al quran minimal setengah juz.

2. Menulis jurnal harian sebagai refleksi dan latihan berfikir kreatif.

3. Membaca tuntas artikel-artikel harian, buku-buku pilihan. 

 1. Minggu pertama : Antologi Cerpen Puthut EA - saya niat mempelajari dan meniru cara membuat cerpen beliau. Dana mengirimkan cerpen-cerpen saya ke media-media yang beliau kirim.

2. Minggu kedua : Antologi Esai Puthut EA - saya niat membuat esai-esai pendek segaya dengan beliau. Dan rutin menulis di terminal Mojok.co

3. Minggu ketiga : Antologi Cerpen AS- Laksana - saya niat membuat cerpen seperti mas sulak dan mengirimkannya ke media-media yang beliau kirim.

4. Minggu keempat : Latihan menulis sebagai refleksi AS Laksana - saya niat menuntaskan itu dan menulis harian saya semakin lancar.

Hari ini kesempatan saya menguji coba melaksanakan kegiatan di 1 Oktober 26

saya buka dengan meniatkan diri melakukan itu semua dgn wasilah al fatehaa tiga kali di siang ini dan membaca ratibul kubro.

4. Mendapatkan penghasilan dari menulis di media 

 1. Mojok.co 500k

2. Jawa pos 500k

3. Pikiran Rakyat 500k

4. Media Indonesia 500k

5. Kompas 1000k


Pembiasaan Membaca untuk tgl 01 Oktober 26

1. Membaca terminal mojok, 2. Membaca esai-esai mojok.co

Selasa, 16 Januari 2024

Novelet Dya #1


Cerita-cerita ini akan saya selesaikan di sela-sela mengajar di kelas. Menggunakan perangkat hp dan mengandalkan tiga frase yang saya kembangkan hingga mencapai 400 kata per hari dengan target akumulasi 12.000 kata dalam sebulan. Semoga hari-hari saya mudah untuk menyicil cerita ini per bagiannya.

Cara saya melancarkan ide tertuang dalam sebuah tulisan adalah dengan warming up menulis santai. Saya perlu semacam rasa panas dalam diri agar emosi positif berkarya saya muncul. Seperti atlit yang akan latihan/bertanding -di awali dengan olah gerak-gerak ringan, lalu berkeringat dan berubahlah suhu badan. Maka saya kondisikan suhu hasrat menulis saya siap.
 
Saya akan coba menulis bagian pertama dengan frase "Tentang baiknya itu seperti apa." Saya masih bingung akan memulai dengan kalimat pembukaan apa, akan dialurkan ke mana, dan berakhir seperti apa, saya baru akan memulai. 
Kemampuan menulis saya belum ada yang mengagumkan. 

Kalau ukurannya karya-karya menginsprasi, mengalami cetak ulang, saya belum ditingkatan itu. Paling membahagiakan adalah ketiga naskah kumpulan puisi saya lolos kurasi cetak buku antologi penerbit kecil, menerima kabar itu saya bahagia sekali. Dan yang terkenang buat saya adalah buku solo saya dan buku-buku antologi para kontributor event tertentu, saya pandangi buku-buku yang tertera nama Bagus Styoko Purwo, di rak-rak Gramedia dan Gunung Agung. Pernah suatu kali saya search nama saya di komputer pencarian buku-buku, dan saya senang nama saya tampil dengan jumlah buku yang habis. Ya Alloh bahagia itu cukup mudah ya.

Tulisan pemantik ini saya batasi sampai satu lembar. Apa yang saya mau tulis saya terangkan di selembar ini. Dengan memadatkan yang saya tuliskan ini akan berdampak di novelet yang sedang saya upayakan ini.

Apa yang sebaiknya kita pikirkan? Saya berfikir yang terjangkau. Memikirkan yang mungkin di dapat. Menghindari dr berfikir yang sulit. Kesulitan yang terus dipikirkan menghambat pencapaian-pencapaian diri. 

Saya ingin novelet ini selesai dalam sebulan. Diendapkan seminggu. Saya baca ulang. Lalu saya kirim ke penerbit di Jogja. Saya kok ingin setiap karya saya terbit di penerbit2 yg berbeda. 

Untuk ini kesediaan waktu saya harus lebih dari cukup. Saya harus duduk minimal setengah jam untuk bagian yang harus selesai di hari yang sama. 

Saya perlu membaca sebuah kumcer karya mas Puthut Ea. Saya merasa novelet ini senafas dengan karya2nya. Saya meminjam cara dia bercerita dan saya menikmati nuansa interaksi dengan Laudya -tokoh yg saya ceritakan. 

Semoga lancar dan saya diberi kemampuan menulis yang bagus dan novelet ini berkah dan bermanfaat.

Bekasi, 16 Jan 24 -SMK Ananda

Selasa, 27 Desember 2022

#1. Membangkitkan Daya Kreatif

 Oleh Bagus Styoko Purwo

Tulisan pertama ini semoga akan memacu saya untuk membuat tulisan kedua sampai ketujuh. Kenapa kok hanya sampai ketujuh? Karena materi latihan menulis gratis dari mas Sulak yang saya dapatkan hanya tujuh hari. Hari berikutnya berlaku kelas yang berbayar. Saya belum bisa mengikuti kelas yang berbayar.

Materi pertama berjudul Memberdayakan Jin Ifrit di Dalam Kepala

Kelas menulis sebagai meditasi bukan secara khusus untuk mereka yang ingin memperoleh kedamaian. Mungkin karena belakangan ini sulit sekali mendapatkan kedamaian semoga cara menuliskan apa saja yang tertahan di hati, tertumpuk di otak mudah diturunkan dalam bentuk tulisan. Motif saya mengikuti kelas ini untuk melancarkan kemampuan menulis lepas. Menulis selancar berbicara, itu dambaan saya. Saya bekerja sebagai guru, dan kemampuan menulis dengan baik menambah kompetensi saya. Saat ini tidak jarang guru yang senang menulis, apalagi terampil sekali menuangkan gagasannya. Nah, saya tidak mau menjadi guru yang tidak bisa menulis dengan baik. 

Menulis dengan baik tergantung teknik yang digunakan. Gemar membaca saja tidak cukup. Latihan menuangkan gagasan dalam beberapa paragraph menunjang kemudahan menulis. Mas Sulak menyarankan agar meluangkan waktu 15 menit hingga 20 menit per harinya. Ia pinta agar gunakan stopwatch. Waktu penyelesaian tidak menjamin tulisan baik, tapi setidaknya terhindar dari kebingungan mau menulis apalagi.

Di latihan menulis yang pertama ini saya coba menuliskan tentang kegiatan saya sehari-hari di sekolah.

Saya tidak memakai stopwatch. Saya paksa diri ini untuk nyaman menuangkan isi kepala, menekan papan keyboard, dan memandang layar ketikan. Saya ingin sampaikan dengan agak terbawa gaya menulisnya mas Sulak. Sebelumnya saya terbiasa menggunakan gaya menulis esay mas Puthut EA.









Senin, 14 November 2022

Sedang Bingung

 Oleh Bagus Styoko Purwo

Bulan ini sedang tidak baik untuk saya jalani. Saya seperti tidak berkembang. Kegiatan harian saya begitu jelas. Pagi sampai sore di sekolah. Di hari-hari tertentu malamnya di kampus. Masih seputar dunia pendidikan. Saya merasa ada yang kurang pas menjalani rutinitas. 

Kalau dihitung mundur dari tahun 2007 sampai sekarang, ukuran waktu sepanjang itu mestinya saya bisa memanen hasil apa-apa yang telah saya tanam. Emang saya sudah menanam apa? Idealnya tidak lagi payah.

Saya rajin mengikuti postingan motivasi, challenge di sosial media. Banyak yang serap. Coba saya praktekan. Semoga dengan begitu ada semacam dorongan kuat bahwa saya masih ditempat yang sama. Saya ingin sukses di bidang saya ini. Apa iya pendidikan bidang saya?

Tahun ini usia saya jalan tiga puluh tujuh tahun. Nanti di November 2023 pas ke-37. Mengingat batas awal keberhasilan nampak di usia 40, artinya jatah penguasaan, eksplorasi saya hanya empat tahun -kalau dirunut dari usia 36 tahun saya. 

Empat tantangan nyata saya di usia yang tidak lagi santai.

1. Mesti mencintai apa-apa yg saya kerjakan.

Saya masih sering gagal di dunia yg saya pilih. Sering menyepelekan. Tanpa persiapan. Baru-baru ini aja saya refleksi. Mencintai pekerjaan dengan menyandingkan motivasi diri seperti bsa sata jalani. 

Simpelnya, saya mengajar di sekolah dan di kampus. Motivasinya di usia 44 nanti saya adalah doktor manajemen/akuntansi yg produktif mengembangkan salah satu dari kedua keilmuan itu. 

Wujud dari mencintainya adalah saya membuat perencanaan yang realistis dan berkala. Tahun 2022 Bln Nov: menyiapkan pengetahuan, keterampilan belajar untuk masuk kelas doktor. Bln Des: menulis buku untuk persiapan beasiswa BIP. 

Saya pernah merasa pede, yakin bahwa keterampilan menulis saya bsa membiayai pendidikan doktoral. Hasilnya Zoooonkkk.. mimpi yang terus di kepala. Hahaha..

Bln Jan 23: mengikuti seleksi di PTN yg saya pilih. Saya sreg di Program S3 Ilmu Manajemen UNJ. Langkah nyatanya ya perdalam TOEFL, TKDA. Saya bukan org cerdas apalagi pinter. Jam belajar berikutnya bakal panjang dan gila-gilaan.

2. Memperdalam hal/pekerjaan yang dicintai.

Dalam hati saya merasa yakin menjadi penulis partime yg produktif. Tulisan-tulisan saya menyebar di berbagai media. Dgn begitu akan berpengaruh terhadap penghasilan saya per bulan. Penghasilan mengajar bikin spot jantung. Saya masih gagal memenuhi nafkah ideal keluarga. Mungkin dgn tekun menulis akan menaikkan taraf kesejahteraan saya dan keluarga.

3. Mencoba banyak peluang.

Karir mengajar saya di kampus tetap di Jakarta sedang tdk baik. Dua tahun lebih saya tidak mengajar. Berdampak jg ke penghasilan bulanan dan jenjang dosen berikutnya. Sempat kecewa, tapi tidak lama. Saya mendaftar kuliah online di UI untuk beberapa matakuliah yang akhirnya bikin saya kualahan. Akhirnya saya pilih satu matkul saja: stastistik. Saya ingin kuasai full dan ini matkul batu lemparan mana tahu saya expert dan mengajar di UI. Masih tersisa beberapa pekan untuk mengejar ketertinggalan materi. Saya mesti semangat lagi.

4. Investasi besar-besaran untuk sesuatu yg bernilai panjang

Nilai panjang itu