This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 Maret 2021

Pengantar ke Filsafat

 Oleh Bagus Styoko Purwo



Untuk keperluan studi saya rasa membaca tidaklah cukup. Bahan bacaan filsafat sarat dengan pemahaman terbilang unik. Kenapa unik? Yang dipahami pembaca satu dengan lainnya tidaklah sama persis. Pemahaman berikutnya tergantung kecakapan nalar dan muatan referensi si pembaca. Untuk pengayaan filsafat, mahasiswa pasca sarjana 

Jumat, 01 Januari 2021

Usaha Mewujudkan Target-Target 2021

 Oleh Bagus Styoko Purwo

Tulisan pendek ini mengawali niatan saya mewujudkan sejumlah kebutuhan yang bagi kami (saya dan istri) mau tidak mau, dengan jalan yang entah seperti apa dapat terwujud di sepanjang tahun 2021.

Mewujudkan sesuatu perlu ekstra usaha. Perlu perencanaan bagaimana mewujudkan sesuatu itu. Maka saya begitu yakin bahwa di ruang kerja kreatif ini adalah jalan ijabahNya atas pengharapan kami.

Persis di hari ini, tanggal 31 Desember 2020, setelah saya menuntaskan empat tulisan pendek Puthut Ea yang tersaji di bukunya yang berjudul Bola Liar, saya mendapatkan semangat untuk memulai proses kreatif. Keyakinan saya dengan kebiasaan menulis beragam tema, khususnya tulisan non fiksi, harus saya rapihkan. Sudah sering saya membuat jadwal menulis ke berbagia media. Sudah banyak link-link lomba menulis yang saya tulis di notes, di buku atau di ketik di hp, juga saya buat mode pengingat. Sayangnya, yang saya buat itu tidak sepenuhnya terlaksana. Saya rasa karena tekad kurang kuat.

Sekarang saya memulai pembiasaan pertama: menulis bebas. Saya coba menuangkan apa-apa yang terlintas di kepala saat dua ibu jari ini menekan-nekan tombol gawai. Saya coba juga melatih diri menulis di gawai. Menyelesaikan sebuah tulisan atau gagasan tidak wajib di hadapan sebuah pc. Nanti setelah pembiasaan menulis di gawai masuk empat puluh satu hari, saya latih juga pembiasaan menulis di media kertas. Intinya saya bisa menulis secara mudah. Tidak di repoti keharusan ini itu yang sifatnya teknis belaka.



Mengawali pembiasaan ini terasa agak kaku. Saya mengakui itu. Kok saya pernah menulis satu buku non fiksi, menulis puisi, terasa seperti baru belajar menulis. Mungkin kalau saya selalu menulis setiap hari tidak akan kesulitan mengembangkan kalimat. Tulisan lekas jadi. Dan saya bisa lanjut ke tema apa lagi.

Baik lah, saya menulis ini sampai merasa sudah tidak ada lagi yang perlu disampaikan, dengan batasan-batasan: buku-buku penunjang melatih menulis, daya tahan menulis dan motif dibalik menulis. Saya juga coba menyelesaikan tulisan ini di sekali duduk.

Orang-orang yang gemar menulis selalu hobi membaca. Saya pun sama. Saya pernah satu masa hampir kecanduan membeli buku. Saat masuk ke toko buku hasrat membeli buku adalah perang dalam diri saya. Antara kehendak membeli dan tidak membeli. Menimbang benar apakah saya sungguh-sungguh memerlukan buku bacaan itu atau hanya sifat konsumerisme semata. Lalu biasanya saya mengelilingi rak-rak buku sampai hasrat membeli itu tidak mendominasi hati saya. Itu cara ampuh saya membatasi jumlah belanja. Soalnya waktu itu ketersediaan uang bagi saya tidak sampai ke skala prioritas untuk kebutuhan hidup.

Lain dulu dengan sekarang. Saat-saat ini saya membeli buku dengan pembatasan yang sengaja dibuat ketat dan sengaja saya hadirkan pertanyaan dalam diri. Membeli buku yang sesuai dengan bidang pekerjaan saya tidak mungkin tidak saya beli. Ini lah prioritas saya. Atau buku yang sedang sesuai dengan penguasaan bakat saya. Maka pastilah masuk dalam keranjang belanja.

Enak benar belanja di zaman yang serba digital. Kita tidak perlu ke toko. Cukup dari rumah. Harga-harga yang ditawarkan saling bersaing. Kebiasaan saya membeli buku sudah masuk ke tahap senang belanja secara online. Saya memilih buku dengan dasar pertimbangan harga murah, dan gratis ongkir. Buku-buku yang sering saya beli berasal dari Jogja. Ternyata populasi penjual buku itu lebih banyaknya di Jogja ketimbang di Jakarta. Nyatanya banyak buku-buku saya yang hanya ada di penjual buku Jogja.

Saya memilih buku untuk penunjang hobi. Saya tidak yakin bahwa menulis adalah hobi. Saya tidak menulis setiap hari. Kalau itu sebagai hobi maka bisa terlihat dari rutinnya saya menulis. Saya bisa menulis. Saya senang membaca. Jadi saya anggap saya hobi menulis.Tapi saya ingin menulis sebagai hobi yang menyenangkan dalam artian bisa menghasilkan pendapatan tambahan dan penunjang karir saya sebagai pengajar.

Buku-buku yang saya anggap ampuh meningkatkan kualitas dan kecepatan menulis adalah buku yang berjudul Menjadi Penulis dan buku yang berjudul Buku Catatan untuk Calon Penulis. Kedua buku itu ditulis oleh Puthut Ea. Saya merasa nyaman dan menikmati gaya kepenulisannya. Saya yakin bisa meniru yang ia tulis. Ia memberikan tips agar mudah menulis dengan cara meniru penulis yang saya gandrungi. Pas sekali, saya menggandrungi cara ia bercerita. Lancar. Santai. Dan seperti tidak ada kendala.

Buku-buku penunjang latihan.
Saya merekomendasikan buku Menjadi Penulis sebagai buku petunjuk mengenali cara kerja seorang penulis. Dalam buku itu si penulislah bercerita pengalaman selama menggeluti dunia kepenulisan. Ternyata menulis itu bisa dijadikan profesi sebagaimana para pekerja bekerja di bidang-bidang tertentu dan mendapatkan penghasilan utama dari menulis. Proses kreatif itu didapatkan dari hasil membaca, bergaul dan melatih berfikir kritis. Saya belum sepenuhnya membuat point-point utama dari setiap topik yang ia sampaikan. Saya akan buat nanti, agar proses latihan berfikir kreatif yang akan saya alih wujudkan ke tulisan semakin mudah. Keterampilan itu juga perlu dibuatkan perencanaan bagaimana menghadirkannya.

Singkatnya, dalam buku itu penulis membeberkan cara berkaryanya selama ini. Peluang-peluang yang bisa diambil dalam dunia menulis. Saya ingin membuat ulasan per tema nanti.

Buku Catatan untuk Calon Penulis. Ini adalah kumpulan ide pokok untuk mengembangkan menjadi satu tulisan utuh. Tersedia lembaran kosong yang cukup untuk ditulis tangan. Menulis berangkat dari ide pokok dimaksudkan untuk menghindari kebuntuan proses menulis. Terdapat dua puluh ide pokok. Bila saya selesaikan satu ide pokok untuk satu hari, dalam rentang dua puluh hari saya berupaya membebaskan kecanggungan menulis bebas. Menulis jadi lancar. Kendala menulis lebih sering karena mampet mau menulis apa lagi.

Melatih daya tahan menulis.
Puthut Ea di masanya melatih kemampuan menulis, ia terapkan latihan menulis apa saja setiap hari. Satu hari terlewat, ia menghukumi dirinya untuk menuntaskan tulisan yang terlewat itu di hari berikutnya. Begitu ia langgengkan selama enam bulan. Saya jadi mengerti durasi melatih menulis, perlu setidaknya enam bulan. Itu versi Puthut Ea.

Saya coba biasakan di awal 2021 ini menulis minimal sekali dalam sehari. Mencoba menuntaskan apa-apa yang disampaikan di buku Catatan untuk Calon Penulis. Kalau dalam tiga hari saya sanggup menulis, berarti stamina menulis saya ada. Tinggal saya melatih meningkatkan stamina menulis dan tahan jenuh.

Setiap latihan yang diupayakan seseorang pasti ada motif dibaliknya. Waktu era sekolah saya bersemangat berlatih gitar. Saat itu menjadi gitaris sedang hits. Saya berlatih melody, speed dan teknik-teknik seorang gitaris melody. Kesenangan saya berbuah hasil. Saya bisa membuat lick, membuat lagu dan mengulik lagu-lagu tertentu.

Saya menulis atau meningkatkan kualitas berkarya untuk menunjang karir saya di dunia pendidikan. Target sepuluh tahun mendatang, saya menjadi Profesor di bidang akuntansi/manajemen. Selain itu saya harus produktif menulis sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Semua itu harus saya cicil dalam tahun ini. Tidak bisa tidak.

Saya juga punya empat target besar sepanjang 2021. Dan saya kok merasa yakin wasilah atau jalan penyambung terwujudnya empat target besar itu dari kegiatan saya menulis, dari keseriusan saya berkarya. Target besar kami itu secara kalkulasi cukup mencengangkan. Pada akhirnya saya memulai ini dengan keseriusan tinggi, pemikiran yang dinamis dan dalam rentang 12 bulan ke depan.

Niat saya menyelesaikan tulisan ini hanya sekali duduk gagal. Tepat di pukul 11.27, tanggal 1 Januari 2021, tulisan ini saya anggap selesai.

Desa Babelab Kota, 31 Des 2020- 1 Jan 2021

Kamis, 25 Juni 2020

Persiapan Khusus Menjadi Penulis Produktif

 
Oleh Bagus Styoko Purwo

Saya meniatkan ikhtiar ini sebagai jalan menuju manusia beradab yang bermanfaat. Modal saya tidak banyak. Sebuah tab untuk mengetik, dua buah rak buku yang masing-masing terdapat beragam tema, dan sejumlah rencana sampai dengan akhir tahun 2020. Masuk awal 2021 target saya menjadi penulis produktif tercapai. 

Keinginan saya untuk menulis lancar tidak bisa ditunda lagi. Saya harus melatih diri. Memaksa diri membaca sekian lembar dari sekian buku per hari dan per minggu menyelesaikan sekian buku hingga per bulan semua buku yang saya pisahkan sebagai bahan-bahan membaca tuntas dibaca semua. Saya mengikuti saran agar dapat menulis lancar dan baik.



Lancar atau tidaknya menulis juga tergantung pembiasaan diri. Adakalanya saya merasa lancar menyelesaikan satu tema tertentu. Tapi sering juga saya merasa sulit mengembangkan paragraph. Dan akhirnya tulisan tidak selesai. Sangat tidak mudah agar terbiasa menulis setiap hari. Dan bahkan sangat sulit menjaga kestabilan kosentrasi ketika menyelesaikan tulisan.

Dalam usaha ini, setidaknya saya telah menyediakan sekitar lima belas bahan bacaan dari berbagai tema. Karya-karya para penulis besar ada di dalamnya. Saya sedang mengikuti pemikiran Mbah Nun dan bagaimana beliau menorehkan gagasan-gagasan seputar demokrasi. Saya membaca pemikiran Prof Komaruddin Hidayat seputar psikologi kematian. Saya selingi dengan membaca sedikitnya dua sub tema Majalah Cahaya Sufi dan puisi-puisi dalam Majalah Sastra Horison. Masih banyak lagi yang belum saya baca barang sepuluh hingga dua puluh lembar. 

Saya akan coba teguh menjalankan rutinitas membaca harian sebagai bagian mencicil bahan-bahan bacaan bulanan karena selama ini masih sangat jarang satu atau dua buku yang berhasil saya tamatkan. Sebabnya satu, saya mudah berpaling ke bahan bacaan yang lain.
Setiap hasil latihan yang telah saya lalui semoga dapat terus saya posting ke blog pribadi.

 Dalam proses yang sedang berjalan ini sebisa mungkin saya tidak mempublish hasil tulisan atau bentuk apa lah yang merupakan satu kesatuan dari usaha saya ini.

Saya perlu menuliskan lagi target pertama di bulan Juni 2020.

Pertama, menyelesaikan bahan-bahan bacaan dengan cara menyicil membaca setiap harinya minimal dua buku dan memberi tanda di halaman terakhir membaca.

Kedua, menulis minimal 250 kata berdasarkan tema yang termuat di Buku Catatan untuk Calon Penulis. Terdapat dua puluh tema. Kalau sehari minimal dua tema, maka selama sepuluh hari bukan lagi alasan untuk menunda menyelesaikan latihan itu.

Ketiga, membuat ulasan untuk bahan-bahan bacaan saya per harinya. Sehari saya minimal membaca dua buah buku, setelahnya ulasan saya ketik sebanyak itu.

Keempat, setiap hari minimal dua kali postingan di blog pribadi saya. Jika sehari terlewatkan maka dihari berikutnya kewajiban dikalikan dua menjadi empat postingan.

Kelima, saya harus selalu menjaga niat agar latihan ini tidak diorientasikan untuk memperoleh uang, materi atau apa pun yang skalanya duniawi. Saya harus ikhlas sebagaimana nasehat Mbah Hasyim Asy'ari.

Keenam, waktu menulis diusahakan efektif dan efisien. Efektif berupa tulisan yang saya hasilkan sesuai dengan tema harian, bersumber dari bahan-bahan membaca dan semakin bagus narasinya. Efisien berupa waktu penyelesaian yang tidak berkepanjangan, menyelesaikan tulisan, lalu mengedit sebelum di posting ke blog.

Saya cukupkan dulu. Dan semoga yang saya tuliskan ini terlaksana dengan optimal. 
Babelan, 25 Juni 2020. Pukul 00.35 WIB

Kamis, 27 Februari 2020

Mata Kuliah Akuntansi Manajemen

Silakan download RPS dan bahan-bahan perkuliahan di bawah ini.
RPS : RPS Akuntansi Manajemen
Bahan-bahan literatur :Literatur Akuntansi Manajemen
2.Bahan literatur

Bahan ajar tatap muka wajib di print ya
Pertemuan 1:TTM 1
Tugas 1 : Tugas 1-1 & Tugas 1-2

Pertemuan 2 :TTM 2
Tugas 2 : Tugas 2-7 & 2-8
Pertemuan 3 : Materi BEP
Pertemuan 5 :Variabel & absoprsi
Pertemuan 6: Mareri ABC
Pertemuan 8 :Keputusan khusus
Pertemuan : Keputusan Investasi
Materi tambahan keputusan investasi:Keputusan investasi terbaru
Pertemuan 14 : Biaya kualitas
Pertemuan 15: Balance score card